BNPT Mengajak Pesantren Maslakul Huda Untuk Menolak Radikalisme di Semarang

Berita419 Dilihat

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak santri Jawa Tengah untuk melawan radikalisme dan terorisme dalam acara Pembetukan Duta Damai Santri Melalui Bidang Agama, Multimedia, DKV, dan IT dalam Rangka Pencegahan Radikal Terorisme yang diadakan di Hotel Novotel Semarang selama 4 hari. BNPT bekerjasama dengan RMI mengadakan acara ini bertujuan untuk mengantarkan santri pada pemahaman-pemahaman anti radikal yang menimbulkan kericuhan dan perpecahan. Demi mewujudkan persatuan dan kedamaian Indonesia melalui pesan-pesan narasi keagamaan, baik melalui kontra narasi maupun narasi alternatif.

Acara yang diadakan BNPT terhitung mulai hari Senin (12/06) hingga Kamis (15/06) ini diisi dengan kegiatan-kegiatan edukatif. Dua hari pertama santri diberi wawasan seputar narasi radikalisme dan terorisme, pelatihan kepenulisan, hingga bagaimana cara mengelola media yang baik dan benar. Setelah mendapatkan informasi-informasi yang disampaikan oleh panitia BNPT dan RMI kemudian para santri yang mengikuti pelatihan diberikan asistensi pembuatan karya baik berupa kajian dan kepenulisan, DKV (Desain Komunikasi Visual), dan mengelola akun media sosial.

Santri santri yang hadir merupakan 6 delegasi dari 10 pesantren di Jawa Tengah yakni PP. Mansajul Ulum (Cebolek), PP. Maslakul Huda (Kajen), PP. Assholihiyyah (Semarang), PP. Kyai Gading (Demak), PP. Kyai Galang Sewu (Semarang), PPTI Al Falah (Salatiga), PP. Raudlatul Mubtadi’in (Jepara), PP. Salaf APIK (Kendal), PP. Al Mawaddah (Kudus), PP. Khozinatul Ulum (Blora) dan 4 delegasi santri dari perwakilan RMI.

Pelatihan yang diadakan di Hotel Novotel Semarang ini mengajak Duta Damai Dunia Maya dan para calon Duta Damai Santri untuk menyuluhkan pesan kedamaian yang anti radikal dan menghargai beragam macam suku, agama, budaya, ras dan etnis yang berada di Indonesia. Pesan-pesan tersebut akan disampaikan santri melalui karya tulis dan kajian-kajian keagamaan. Begitu juga melalui narasi-narasi digital dengan meyampaikan bahwasannya Indonesia merupakan negara yang beragam dan demokratis, bukan negara khilafah ataupun negara islam yang hanya menerapkan hukum-hukum islam didalamnya.

Aksi penyebaran radikalisme saat ini lebih jamak dipraktikkan pada dunia maya dan mereka bergerak sangat cepat, oleh karena itu peran santri disini memastikan kedamaian dan mewujudkan kemaslahatan bersama dalam bernegara dengan memanfaatkan media online. Sekaligus menguatkan tali persaudaraan yang rahtaman lil ‘alamin yakni; ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah.

Enam Santri Maslakul Huda yang mengikuti acara ini empat diantaranya merupakan Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda yakni Vina Rahma Sania, Alina Azkiya Mustafida, Muhammad Imdadun Ni’ami, dan Muhammad Sholeh. Kemudian dua diantaranya adalah Muhammad Mi’ad Ahsan, dan Rahadian Muhammad.

Melalui acara yang digelar BNPT ini memiliki output terbentuknya Duta Damai Santri Regional Jawa Tengah yang dibagi menjadi 3 divisi; Kajian dan Kepenulisan, Desain Komunikasi Visual, dan IT. Terpilihnya Koordinator Duta Damai Santri Jawa Tengah yaitu Muhammad Ulil Albab, santri PP. Mansajul Ulum Cebolek Pati. Kemudian Alina Azkiya Mustafida mewakili santri Maslakul Huda Kajen Pati yang terpilih menjadi CO koordinator bagian IT & Media.

Masa kepengurusan Duta Damai Santri ini berlangsung selama 2 tahun dengan menugaskan santri untuk membuat 50 konten dalam sebulan. Semoga kedepannya para santri dapat mengemban amanah dengan baik dan menjadikan hal ini sebagai ajang pengembangan aktualisasi diri. Dengan terbentuknya Duta Damai Santri, semoga para santri dapat menyampaikan dakwah islam wathaniyah untuk mewujudkan perdamaian dan persatuan Indonesia.

 

Pewarta : Vina Rahma Sania,

Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh semester V. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *