KESEHARIAN SANTRI DALAM MENDALAMI KEILMUAN DI PONDOK PESANTREN

Makalah220 Dilihat

A. Pendahuluan

Pesantren nerupakan salah satu lembaga yang memiliki hubungan fungsional simbiotik dengan ajaran islam yaitu dari sisi keberadaan pesantren di warnai corak dan dinamika ajaran islam yang di anut oleh para pendiri dan kiai pesantren yang mengasuhnya, melalui pesantrenlah agama islam menjadi membumi dan mewarnai seluruh aspek kehidupan masyarakat, sosial, keagamaan, hukum, politik, pendidikan, lingkungan, dan sebagainya. Pondok pesantren merupakan lembaga tempat penyebaran agama sekaligus sebagai lembaga pendidikan islam yang relatif tua yang mampu bertahan hingga saat ini.

Mendengar kata pesantren pasti tidak lupa dengan yang namanya santri, dua kata yang berhubungan satu sama lain. Mengintip keseharian santri pasti menyimpan berjuta pemikiran dan keinginan di dalam hati. Dari berbagai pengorbanan yg mereka lakukan, Belajar agama memang memiliki keutamaan yang besar, namun keutamaan tersebut tidak mudah di capai, sehingga santri yang mencari ilmu akan berhenti dari mutola’ah atau tidak memperoleh keutamaan yang allah janjikan.

Di dalam pondok pesantren memberikan pelayanan pendidikan agar santri bisa belajar memahami, menghayati dan mengamalkam ajaram ajaran agama islam dengan menekankan pentingnya moral agama sebagai pedoman hidup sehari hari dalam masyarakat, sehingga tujuan utama pendidikan pesantren bukanlah untuk kepentingan kekuasaan dan keagungan duniawi tetapi mengutamakan kepada mereka, bahwa belajar adalah semata mata kewajiban dan pengabdian kebada tuhan. Oleh karena itu saya tertarik untuk meneliti dan mengangkat judul tentang “KESEHARIAN SANTRI DALAM MENDALAMI KEILMUAN DI PONDOK PESANTREN”

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat di rumuskan masalah penelitian sebagai berikut:

  1. Cara santri dalam belajar di pondok pesantren.
  2. Faktor yang mendorong santri dalam mendalami keilmuan di pondok pesnatren.

C. Landasan teori

Santri adalah manusia yang memiliki karakteristik yang berbeda beda, sama halnya dengan manusia pada umumnya, prioritas keutamaan santri adalah menuntut ilmu keagamaan di pesantren. Salah satu pendorong belajarnya santri adalah aturan yang mengikat mereka di pesantren.

Antara santri yang satu dengan santri yang lain juga berbeda beda. Hal tersebut karena setiap individu memiliki metode belajar tersendiri dan memiliki keunikan masing masing. Misalnya kekuatan santri A dan santri B berbeda yang satu lebih kuat dan yang 1 lebih rendah dari lainya. Sehingga perbedaan kekuatan santri menyebabkan adanya perbedaan karakteristik mereka. Akan tetapi perbedaan tersebutlah yang membuat manusia adalah makhluq yang unik.

Jika karakteristik setiap santri berbeda, maka penggalian potensi yang ada pada diri setiap santri juga berbeda. Penggalian tersebut menggunakan berbagai metode yang sekiranya cocok dan pantas dalam diri setiap santri. Dalam rangka memggali potensi yangsada dalam diri seorang santri, maka hal yang sangat di butuhkan ialah mampu membuat santri untuk belajar. Karena hakikatnya apabila tempat yang di gali tidak menyesuaikan dengan kebutuham yang menggali, maka potensi tersebut tidak akan tergali. Misal seorang santri yang memiliki potensi kaligrafi, jika dia tidak belajar mengenai kaligrafi makan potensi tersebut akan sia sia. Belajar merupakan suatu kegiatan yang sangat umum di dengar bagi kalangan masyarakat umum khususnya santri. Karena santri adalah seorang yang berjuang untuk belajar menuntut ilmu. Makna dari belajar terdapat beberapa hakikat diantaranya:

1. Belajar adalah suatu proses yang di lakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dalam lingkunganya.

  1. Belajar adalah di perolehnya pengetahuan, kebiasaan, dan sikap yang baru.
  2. Belajar adalah proses munculnya atau berubahnya suatu perilaku karena adanya respon terhadap situasi

4. Belajar adalah perubahan perilaku yang relatid menetap sebagai hasol dari pengalaman

Metode belajar dapat di artikan juga sebagai gaya belajar. Metode belajar seseorang sangat berpengaruh penting dalam proses pencapaian keberhasilan seseorang. Metode belajar seseorang yang cocok hanya di ketahui oleh dirinya sendiri. Karena hanya dia yang bisa merasakan bagaimana belajar yang nyaman dan enak untuk menerima informasi secara mudah.

Selanjutnya menutut sarasin gaya belajar adalah pola peeilaku spesifik dalam menerima informasi baru, mengembangkan, keterampilan baru, serta proses menyimpan informasi dan keterampilan baru. Ketika seorang santri sedang belajar ia sedang menerima suatu informasi yang baru dan penerimaan tersebut ia terima dengan suatu pola perilaku yang berbeda atau pola perilaku yang spesifik.

Dan pola perilaku yang spesifik yang ia tunjukan tersebut merupakan suatu gaya metode belajar yang di gunakan. Sehingga metode belajar menurut ahli ini ialah respon seorang dalam menerima informasi yang baru. Respon tersebut mereka tunjukan dengan berbagai cara atau metode yang berbeda beda.

D. Metode penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman dari santri ma’had aly berdasarkan gaya belajar yang di gunakam santri di pondok pesantren, mendeskrupsi bahaimana santti mengatasi kurangnya pemahaman dalam belajar, dan mengerjakan tugas, serta mendeskripsikan faktor pendukung apa saja yang membuat. santri dapat memahami pelajaram di pondok pesantren. Berdasarkan tujuan tersebut maka jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah santri pondok pesantren maslakul huda Kajen.

E. Pembahasan

Setiap pekerjaan pasti ada kendala yang di hadapi dalam menjalankanya, hanya saja kendala itu ada yang ringan dan ada yang berat, yang jelas dalam sebuah pekerjaan merupakan sunnatullah atau hukum alam yang walau bagaimanapun mesti dilalui dan di sikapi. Yang berhasil menghadapi dan menyikapi dengan arif dan bijaksana akam menuai hasil pekerjaan yang memuaskan, sebaliknya yang tidak mampu menghadapi dan menyikapinya dengan arif dan bijak sama akan mengalami kerugian dal pekerjaanya.

Ketelitian, kesabaran, kebijaksanaan, dan keluasan wawasan merupakan bagian dari kata kunci dalam menghadapi kendala sebagaimana kendala yang dihadapi oleh pihak pondok pesantren dalam rangka meningkatkan motivasi belajar para santrinya. Kendala kendala tersebut merupakan bagian cobaan perjuangan mereka yang di berikan oleh allah untuk menguji mereka, maka apabila mereka sabar menghadapinya allah telah menjanjikan bahwa ia akan bersama sama dengan orang orang yang sabar.

Di antara solusi agar santri tidak jenuh dalam belajar, pondok pesantren juga memberikan berbagai ta’awun dan kegiatan yang bermanfaat. Contoh dalam belajar, kebersihan, memasak, menulis, dan lain sebagainya. Agar semua santri bisa istiqamah dalam belajar dan melatih kemandirian untuk bekal hidup di masa depan. Di samping itu santri juga tidak lupa dengan, sorogan, muthola’ah, mutholaah dapat menjadi awal yang bagus untuk mengenal bahasa arab, dan tentu saja budayanya. Karena ketika seseorang belajar suatu bahasa baru, maka ia harus mempelajari juga budayanya. Cara belajar mata pelajaran yang satu ini beragam. Mulai dari menghafal kisah tersebut hingga beberapa guru yang kreatif terkadang bisa menyuruh muridnya untuk mempraktikan kisah tersebut dan ditampilkan di kelas, ini sangat memperkaya kosakata murid yang sedang belajar bahasa.

F. Kesimpulan

Menela’ah uraian yang sudah tertulis di atas saya menyimpulkan bahwa dengan adanya muthola’ah, sorogan dan kegiatan kegiatan yang ada di pondok pesantren. Usaha santri dalam mendalami keilmuan antara lain:

  1. Tidak bosan bosan dalam muthola’ah.
  2. Menegakkan kedisiplinan.

G. Daftar Pustaka

Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. 2017. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Badan Pengembalian dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud

. Anonim. 2021. Undang-Undang SISDIKNAS Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Sinar Grafika.

Hamalik, Oemar. 2019. Proses Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Bumi Aksara. Masyud, Sulthon. 2003. Manajemen Pondok Pesantren, Jakarta: Diva Pustaka.

Rofiq. A dkk. 2005. Pemberdayaan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

Sardiman, A.M. 2018. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Wahjoetomo. 1997. Perguruan Tinggi Pesantren, Pendidikan Alternatif Masa Depan. Jakarta: Gema Insani Press.

Yusuf, Achmad. 2020. Pesantren Multikultura. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Zaenal, Arifin Toha. 2003. Runtuhnya Singgasama Kyai: NU,Pesantren, dan Kekuasaan, Pencarian Tak Kunjung Usai. Yogyakarta: Kutub

 

 Muhammad Abdullah Salam,

Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda semester 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *