Menengok Miniatur Masyarakat di Pesantren

Kolom Santri, Opini526 Dilihat

Pesantren menjadi tonggak bagi pendidikan Islam di Indonesia. Berdasarkan catatan yang ada, kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Kegiatan agama inilah yang kemudian dikenal dengan nama pondok pesantren. Di Pesantren para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kyai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya.

Kehidupan di Pesantren tidak hanya meliputi belajar mengajar keilmuan islam. Di pesantren santri juga belajar mengelola sistem sosial, organisasi, lembaga dan juga lingkungan di Pesantren, dari peraturan tata tertib sampai etika dan etiket di Pesantren. Dalam hal ini kehidupan di Pesantren sama dengan kehidupan di masyarakat yang mengurusi peraturan-peraturan maupun etika sosial dalam kehidupan dengan sesama. Dengan pola kehidupan demikian santri diharapkan bisa menyiapkan apa-apa yang akan dihadapi ketika kembali ke masyarakat.

Romo KH. M. A. Sahal Mahfudh juga pernah menuturkan bahwa pesantren adalah miniatur masyarakat. Karena hal-hal yang ada ataupun dihadapi di masyarakat ada pula dalam Pesantren, inilah mengapa banyak santri yang berhasil di masyarakat setelah kembali dari pesantren karena ia telah punya pengalaman dalam menghadapi peristiwa maupun kejadian yang terjadi di Pesantren juga terjadi di masyarakat.

____________________

Kontributor: Syahid, santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda semester V

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *