Penerapan Semangat Kebersihan Dan Kerapian Di Pesantren Maslakul Huda

Makalah834 Dilihat

A. LATAR BELAKANG

Kebersihan lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Menjaga kebersihan lingkungan sama artinya menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, seperti debu,  sampah dan bau yang tidak sedap. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit. Tidak hanya di bidang kesehatan, kebersihan lingkungan juga sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, keindahan dan keasrian lingkungan yang nantinya bermuara pada kedamaian yang berarti kenyamanan itu sendiri. tentunya sebagai seorang santri atau yang secara umum bisa disebut sebagai orang yang sedang mencari ilmu, tentunya akan banyak manfaatnya baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain dalam masalah kebersihan, kerapian juga penting bagi para santri pada khususnya, salah satu manfaat menjaga kerapian dalam keseharian santri adalah melatih dan menumbuhkan sikap disiplin dalam diri seorang santri, merapikan sesuatu pada tempatnya semula, membiasakan seseorang untuk hidup lebih rapi dan terorganisir.

Sikap untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian ini selalu dikedepankan oleh bapak pengasuh kepada kami para santri Maslakul Huda, hal ini beliau sampaikan kepada pengurus pesantren maupun kepada semua santri secara langsung, sikap menjaga kebersihan dan kerapian selalu beliau ingatkan tidak hanya kepada santri – santri senior bahkan kepada santri ditingkat pemula sekalipun, bahwa “ menjaga kebersihan lingkungan dan kerapian adalah bentuk dari ikhtiar dhohir kita, jika kita sudah bisa melaksanakannya maka sifat – sifat yang berupa batiniyah akan ikut juga “. Dengan melakukan hal – hal kecil yang sifatnya dhohir bagi kita seperti berperilaku bersih dan rapi merupakan suatu usaha yang harus kita laksanakan terlebih dahulu dan nantinya kebiasaan – kebiasaan baik yang lain dengan sendirinya akan mengikuti, pernyataan ini adalah anjuran bagi kita untuk berikhtiar dalam menginginkan perubahan, hal ini berdasarkan dalam al qur’ an surat Ar-Ra’d ayat 11 yang berbunyi :

إنّ الله لا يغيّر ما بقوم حتّى يغيّروا ما بأنفسهم….. الآية

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” ( Q.S Ar-Ra’d : 11 ).

B. PEMBAHASAN

Ditahun-tahun terakhir ini paradikma bahwa pesatren itu kumuh, kotor, dan tak teratur, mulai ada pembenahan, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMNINU) atau asosiasi pesantren NU terus mengintensifkan gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS). Memang banyak tantangn untuk menuju perubahan, tapi selama perubahan itu banyak mashlahah dan manfaatmya kenapa tidak? Dari sinilah Pesantren Maslakul Huda digembleng dalam masalah kebersihan serta juga masalah kerapihan, meskipun anjuran untuk menjaga kebersihan maupun kerapihan selalu disampaikan oleh bapak pengasuh Pesantren Maslakul Huda, faktanya masih banyak santri yang menyampingkan dan gagal dalam menjaga komitmen menjaga kebersihan.

Banyak dari para santri yang masih belum menyadari bahkan belum ada rasa yang dapat menuntun mereka untuk bisa menjaga lingkungannya agar tetap bersih, rapi,dan indah, mulai dari lingkungan yang terkecil yakni kamar, penerapan semangat kebersihan dan kerapihan ini sangat penting dilakukan mulai dari hal yang terkecil seperti menjaga kebersihan dan kerapihan kamar dan tentunya memulai dari diri sendiri, sehingga nantinya bisa merambat ke lingkungan yang lebih luas lagi.

C. Menjaga lingkungan

Cara – cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan rapi menurut dinas kebersihan kota semarang adalah sebagai berikut :

  1. Membuang sampah pada tempatnya.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuang sampah pada tempatnya, hal ini merupakan contoh kecil kegiatan yang bisa kita lakukan, dengan membuang sampah di tempatnya, dapat menghasilkan lingkungan yang bersih dari sampah sehingga kita merasa lebih nyaman dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

2. Memisahkan sampah organik dan non-organik.

Hal kedua yang bisa kita lakukan adalah mendaur ulang sampah – sampah organiki dan non organik, untuk kegiatan ini di pesantren maslakul huda sudah mulai berjalan akan tetapi masih banyak kendala di bagian hulu (sumber samah) dalam hal ini kebanyakan santri masih bingung dan belum bisa konsisten untuk memisahkan sampah organik dan non organik, untuk manfaat pemisahan sampah ini salah satunya kita dapat membuat pupuk dari limbah sampah organik dan untuk sampah non orgoanik seperti botol plastik, kertas, kardus dll juga memiliki harga jual yang menjanjikan.

3. Menyapu dan mengepel lantai secara teratur.

Kegiatan ini adalah salah satu cara kita untuk memuat lingkungan kita menjadi bersih, wangi, dan enak dipandang. Apalagi kita sebagai santri, yang selalu dituntut untuk menjaga kesucian dalam hal beribadah, tidak hanya di pesantren maslakul huda, mestinya sebagian besar pesantren – pesantren diluar sana menerapkan piket jaga kebersihan untuk para santri, cara ini juga sebagai strategi para pengurus pesantren untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan pesantren.

4. Membuang barang – barang yang sudak tidak dipakai.

Menimbun barang – barang yang sudah tidak terpakai membuat lingkungan kita terkesan penuh dan kotor, oleh sebab itu kebanyakan pesantren selalu mengadakan kegiatan roan / kerja bakti, untuk meminimalisir barang – barang yang sudah tak terpakai dan membuat lingkungan pesantren terkesan penuh.

Selain dalam masalah kebersihan, kerapihan juga penting bagi kita segabai seorang santri yang nantinya banyak sekali manfaat yang kita peroleh dalam menerapkan kedua hal ini.

D. Manfaat

Dilansir dari beberapa artikel, banyak sekali manfaat yang ditimbulkan dari sikap selalu menjaga kebersihan dan kerapian dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya ;

  1. Mencegah penyakit.

Perlu diketahui bahwa penyakit sering kali datang dan disebabkan oleh kurangnya menjaga kebersihan, apalagi di lingkungan pesantren yang notabene adalah berkumpulnya para individu yakni para santri, dalam hal ini jika para santri sendiri tidak bisa menjaga kebersihan dan kerapian dalam sehari-hari maka akan rentan sekali terjangkit macam – macam penyakit seperti gudik, demam berdarah, tbc dan lain-lain.

2. Menurunkan stress

Darby E. Saxbe dan Rena Repetti dalam jurnalnya “ No Place Like Home: Home Tours Correlate With Daily Patterns of Mood And Cortisol (2009)” menemukan bahwa lingkungan yang kotor dan berantakan menigkatkan hormon stress kortisol yang dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Hal ini harus kita sadari bahwa kita seorang santri yang juga rentang akan keadaan stress dan salah satu penyebabnya selain kegiatan dan suasana keseharian santri yakni akibat dari lingkungan yang kotor dan berantakan.

3. Nyaman dan indah dilihat

Seseorang yang berpenampilan bersih dan rapi cenderung lebih indah dilihat, begitu juga dengan lingkungan, tentunya hal ini menjadi tantangan bagi kita sebagai santri agar selalu berusaha membuat lingkungan kita bisa terlihat bersih dan rapi, mengingat dari kitalah yang memiliki slogan .النظافة من الإيمان ”

4. Menumbuhkan sikap tanggung jawab

Bersikap menjaga kebersihan dan kerapian adalah salah satu bentuk tanggung jawab, sebagaimana contoh kita selalu membersihkan dan merapikan tempat dalam keadaan semula setiap selesai melaksanakan kegiatan, begitupula kebiasaan membersihkan sesuatu setelah mengotornya adalah rasa tanggung jawab yang sangat penting dalam kehidupan.

5. Menumbuhkan sikap disiplin

Selain itu, kedua hal ini dapat membuat hidup kita selalu disiplin dalam berbagai kegiatan seperti contoh sebelumnya, merapikan sesuatu yang sesuai dengan tempatnya semula adalah bentuk seseorang dalam bersikap rapi dan terorganisir.

E. kesimpulan

sering sekali bapak pengasuh mengingatkan dan menganjurkan kepada kita untuk selalu menjaga dan melestarikan dua hal ini yakni kebersihan dan keapian, namun kita sendiri masih banyak yang belum bisa melaksanakan anjuran tersebut mengingat pesantren adalah tempat yang dulunya dipandang oleh sebagian masyarakat sebagai tempat yang identik dengan lingkungan yang kumuh, maka dari itu bapak pengasuh, dan didukung oleh lembaga Rabithah Ma’ahid islamiyah (RMI), melancarkan dan menggenjot semangat para santri untuk berlaku bersih dan rapi dalam keseharian.

Karena banyak sekali manfaat yang timbul dan yang bisa didapat dari bersikap bersih dan rapi ini, maka dengan adanya tulisan ini, saya berharap dapat menumbuhkan rasa untuk bersikap dan menerapkannya dalam kesehariannya sebagai santri Pesantren Maslakul Huda, kebersihan lingkungan pesantren merupakan kewajiban bagi seluruh santri dan mustahil terwujud jika tidak bersama-sama menjaganya, Maka dari itu perlu adanya perubahan kebiasaan pada setiap orang tentang kesadaran dan keinginan untuk peduli pada lingkungan sekitar.

F. Referensi :

  • Nu Online, ” Gerakan pesantrenku bersih pesantrenku sehatterus digiatkan”,

https://www.nu.or.id/daerah/gerakan-pesantrenku-bersih-pesantrenku-sehat-terus-digiatkan-IDxaa

  • Puskesmas Naioni-Kupang, “ pentingnya menjaga kebersiha lingkungan “,

https://www.pusknn.dinkes-kotakupang.web.id/artikel/info-kesehatan/pentingnya-menjaga-kebersihan-lingkungan.html

  • Darby E. Saxbe dan Rena Repetti, “ No Place Like Home: Home Tours Correlate With Daily Patterns of Mood And Cortisol (2009)”, 309.
  • com, “ Alasan bersih dan rapi itu diperlukan? “,

https://www.kompas.com/skola/read/2021/10/12/090000069/alasan-bersih-dan-rapi-itu-diperlukan-

 

Angga Matcna Kholidi,

Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda semester 4

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *