Pesantren dan NU

Kolom Santri1956 Dilihat

Pesantren dan NU

Oleh: M. Adhan Pratama

Pesantren adalah sebuah atap yang menjadi sumber pembelajaran terakhir diera sekarang, tentu hal ini menjadi sorotan pihak non pesantren, kok bisa pesantren yang asal muasalnya dipandang sebelah mata oleh masyarakat, kini menjadi sumber pembelajaran anak” mereka untuk dipondokan, tentu hal ini tidak mudah dalam perjuangannya para ulama ulama Nusantara untuk membumikan kalimah thoyibah di helai helai nadi pribumi,sungguh sangat mengena bila kita merenung akan hal itu. Gimana kyai-kyai Nusantara, walisongo , menyebar kan apa yg dibawa ROSULILLAH, dari harta, keluarga, waktu,hingga nnyawa,rela dikorbankan ,sungguh sangatlah malu bila kita memungkiri apalagi tidak ada rasa simpati hormat  dengan cara hormat, ziarah ke makam” beliau. Manfaat yang kita rasakan tidak lebih dari pada apa yang beliau beliau perjuangankan di tanah jawa, sudah seharusnya sudah semestinya pondok pesantren yang berada dinaungan NU ( Nahdlatul Ulama ) ikut andil dalam menjaga keutuhan NKRI , agar tetap utuh dan tetap harmonis antar sukunya.

Hubungan Pesantren dan NU

 

Pesantren dan NU seperti bulan dan bintang bintang dikala malam, saling melengkapi ,saling mensupport, saling merangkul satu sama yang tanpa membedakan ras, NU yang dikomandoi KH Hasyim Asy’ari dan kyai kyai-kyai lainnya, ini masyallah sebelum NKRI berdiri NU pada tahun  NU didirikan pada 16 Rajab 1344 H (yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 di Kota Surabaya. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam pembangunan juga selalu terlihat dari waktu ke waktu.

Tokoh yang Terlibat dalam Berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) Pada hari bersejarah itu beberapa tokoh terlibat dalam pendirian organisasi NU antara lain: KH Hasyim Asy’ari Tebuireng (Jombang, Jawa Timur) KH Abdul Wahab Chasbullah (Tambakberas, Jombang, Jawa Timur) KH Bishri Syansuri (Jombang, Jawa Timur) KH Asnawi (Kudus, Jawa Tengah) KH Nawawi (Pasuruan, Jawa Timur) KH Ridwan (Semarang, Jawa Tengah) KH Maksum (Lasem, Jawa Tengah) KH Nahrawi (Malang, Jawa Tengah) H. Ndoro Munthaha (Menantu KH Khalil) (Bangkalan, Madura) KH Abdul Hamid Faqih (Sedayu, Gresik, Jawa Timur).

 

Diatas adalah sebagian kyai kyai yang terlibat dalam pendirian jam’iyah Nahdlatul Ulama, adapun hubungan NU dan pesantren adalah seperti yang disampaikan oleh salah satu tokoh agama Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur KH Moh Zuhri Zaini terkait eksistensi pesantren dan keberadaan NU.

 

“Kebangkitan NU tidak bisa dilepaskan dari pesantren. Sebab pesantren adalah alasan berdirinya NU. Dan NU adalah ladang pengabdian pesantren untuk negara Indonesia,” kata Kiai Zuhri, sapaan kesehariannya.

Lanjut ungkapan beliau

Perlu diingat, bahwa perjuangan santri bukan hanya untuk agama, tapi juga untuk bangsa. Karena kita semua adalah pewaris beliau-beliau untuk mempertahankan kemerdekaan,” tegas Kiai Zuhri.Sebagai penerus perjuangan kiai, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan. Tentu sebagai persiapan berkiprah disegala bidang.

 

“Santri bukan hanya untuk agama, juga untuk negara Indonesia,”

Tentu hal ini menandakan bahwa pesantren dan NU adalah satu kesatuan yang mana salah satunya digrogoti/ didoktrin untuk benci Indonesia maka yang terjadi adalah kehancuran,Dan bisa dibuktikan pesantren bukan pendidikan yang ketinggal zaman , buktinya, tokoh yang ada dikursi pemerintah ada yang jebolan pondok pesantren itu hanya secuil saja , yang pasti pesantren pencetak generasi generasi yang tidak gaptek, dan siap bersaing diluar dalah skil apapun, sungguh sangat beruntung bila orang tua yang mempunyai anak berada di pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *