Site icon Mahally

Rukhsah & Kewajiban Qadha Puasa Ramadhan

Image from: https://id.pinterest.com/pin/623044929696495839/

Sebentar lagi puasa Ramadhan telah usai, sebagian dari kita diberi kesempatan dan kemampuan melaksanakannya secara penuh, dan sebagian lagi ada yang tidak dapat menjalankannya secara penuh sebab dalam kondisi yang kurang memungkinkan. Lantas, kondisi apa saja dan bagaimana ketentuannya, mari kita simak bersama.

  • Pertama bagi lansia dan orang sakit yang tidak mungkin sembuh, keduanya diperbolehkan untuk tidak berpuasa tetapi wajib membayar satu mud untuk satu hari puasa yang ditinggalkan tanpa mengqodho puasanya, Satu mud adalah satu sepertiga ritl Baghdad setara dengan 0,6 kg.

فلا يجب على صبي ومجنون ولا على من لا يطيقه لكبر أو مرض لا يرجى برؤه ويلزمه

مد لكل يوم (فتح المعين ص ٢٦١)

والمد يساوي ملء حفنة، وبالوزن: رطل وثلث بالرطل البغدادي، وهو ما يساوي ٦٠٠ غرامًا تقريبًا

(الفقه المنهاجي على مذهب الإمام الشافعي ص ٢ ‏/ ٩٢)

  • Kedua perempuan hamil atau menyusui yang khawatir membahayakan kesehatan diri sendiri dan bayinya maka ia boleh tidak berpuasa. Dalam kondisi ini, ia hanya wajib mengqadha puasa di hari lain ketika sudah mampu, tanpa perlu membayar fidyah.

والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما أفطرتا وعليهما القضاء (فتح القريب المجيب ص ٦٠)

  • Jika ia tidak khawatir terhadap dirinya, tetapi khawatir terhadap keselamatan janin atau bayinya, maka ia tetap boleh untuk tidak berpuasa. Namun kewajibannya ada dua: mengqadha puasa dan membayar fidyah satu mud untuk setiap hari yang ditinggalkan.

وإن خافتا على أولادهما أفطرتا وعليهما القضاء والكفارة عن كل يوم مد (فتح القريب المجيب ص ٦٠)

  • Ketiga orang sakit yang masih memungkinkan untuk sembuh dan musafir, dalam kondisi ini diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan mengqodhonya di lain hari.

والمريض والمسافر سفرا طويلا يفطران ويقضيان (فتح القريب المجيب ص ٦٠)

Exit mobile version