Pati – Kreativitas tidak lahir dalam semalam, melainkan tumbuh dari keinginan untuk terus belajar dan berlatih. Semangat itulah yang mewarnai Training Skill Desain Grafis yang diikuti sekitar 30 peserta, terdiri atas santri Ma’had Aly dan santri Satuan Pesantren Maslakul Huda. Kegiatan yang berlangsung setiap hari Jumat, yakni 23 Juli, 31 Juli, dan 7 Agustus 2026, ini menjadi ruang belajar sekaligus wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan desain grafis bersama Bapak Hilmi Robiuddin, S.Ag.
Pertemuan pertama pada Jumat, 23 Juli 2026, yang bertempat di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, menjadi langkah awal peserta mengenal dunia desain grafis. Bapak Hilmi Robiuddin, S.Ag. mengawali pelatihan dengan memperkenalkan Canva sebagai aplikasi yang mudah digunakan oleh pemula. Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari fondasi desain, prinsip-prinsip dasar, menentukan ukuran kanvas sesuai kebutuhan, memilih tipografi yang tepat, hingga memanfaatkan kata kunci untuk menemukan berbagai elemen desain. Setelah mendapatkan bekal teori, peserta langsung diajak menuangkannya dengan membuat pamflet bertema bebas, seperti ucapan Hari Santri, Dirgahayu Republik Indonesia, serta desain apresiasi lainnya.
Pelatihan berlanjut pada Jumat, 31 Juli 2026, di ruang kelas Ma’had Aly Maslakul Huda. Pada sesi ini, pembahasan semakin mendalam. Peserta belajar bagaimana menyusun desain agar tidak hanya menarik, tetapi juga nyaman dipandang. Materi yang dibagikan meliputi tipografi, teori warna, teknik mengolah gambar, memilih kombinasi font, hingga memahami grid system , rule of third , dan golden ratio sebagai dasar penyusunan komposisi desain. Seluruh materi tersebut kemudian diterapkan melalui praktik membuat sampul Buletin Mahally, sehingga peserta dapat langsung berkreasi kreatifitasnya.
Rangkaian pelatihan ditutup pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Auditorium Pesantren Maslakul Huda. Pada pertemuan terakhir ini, peserta belajar membuat konten carousel Instagram agar informasi dapat disampaikan secara runtut dalam beberapa slide. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai AI tools yang dapat dimanfaatkan untuk membantu proses kreatif, mulai dari mencari inspirasi, menyusun konsep, hingga mempercepat proses pembuatan konten.
Selama tiga kali pertemuan, peserta tidak hanya diajak memahami cara menggunakan aplikasi desain, tetapi juga memperoleh banyak wawasan dan pengalaman baru tentang bagaimana sebuah desain mampu menyampaikan pesan secara efektif. Berbagai materi, tips, dan pengalaman yang dibagikan oleh Bapak Hilmi Robiuddin, S.Ag. menjadi bekal berharga yang dapat terus dikembangkan melalui latihan dan eksplorasi.
Menutup rangkaian pelatihan, Bapak Hilmi Robiuddin, S.Ag. mengingatkan bahwa kemampuan desain tidak cukup dibangun hanya dari mengikuti kelas, tetapi juga dari kebiasaan untuk terus mencoba dan
berkarya.
“Semoga kalian tidak puas dengan pembelajaran kali ini. Kalian harus lebih banyak jam terbang, karena semakin sering kita mendesain, semakin menumbuhkan desain itu sendiri,” pesan beliau.
Tiga kali pertemuan mungkin terasa singkat, namun ilmu yang disebarkan selama pelatihan menjadi bekal berharga bagi para peserta. Kini, tinggal bagaimana setiap peserta terus berlatih dan memperbanyak jam terbang agar kemampuan desain yang dimiliki semakin berkembang dari waktu ke waktu.

