Pancasila dan Pesantren: Ketika Nilai Bangsa Bertemu Tradisi Islam

Kolom Santri215 Dilihat

Pernahkah terbersit dalam pikiran kita, bagaimana caranya menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah riuhnya kehidupan masa kini? Jawabannya mungkin ada di tempat yang tak pernah kita duga: pondok pesantren. Ya, lembaga pendidikan tradisional yang identik dengan sarung, peci, dan pengajian kitab kuning ini ternyata menyimpan rahasia tentang bagaimana nilai-nilai luhur bangsa dapat hidup dan bernapas dalam keseharian.

Sejak Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara pada 18 Agustus 1945, seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara sudah harus berpijak pada lima sila ini.[1] Pancasila bukan sekadar simbol atau jargon, tapi benar-benar diterapkan dalam kelembagaan, pendidikan, kebudayaan, dan berbagai organisasi di Indonesia.[2] Di sekolah-sekolah formal, mulai dari SD sampai perguruan tinggi, Pancasila sudah jadi mata pelajaran wajib. Tapi bagaimana dengan lembaga pendidikan nonformal seperti pondok pesantren? Nah, di sinilah tantangannya. Pesantren butuh cara dan pendekatan khusus untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila kepada santri-santrinya.[3]

Ternyata, pesantren punya cara uniknya sendiri. Pancasila bukan diajarkan lewat teori panjang lebar di kelas, tapi lewat praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari santri. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, nilai-nilai Pancasila hidup dalam setiap kegiatan. Santri menjalankan pendidikan agama secara mendalam mulai dari salat berjamaah lima waktu, mengaji kitab kuning, hingga berdzikir bersama. Selain itu nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kegiatan gotong royong yang tidak membedakan satu sama lain. Hidup rukun walaupun berasal dari suku atau daerah yang berbeda.  Ketika ada teman yang sakit tanpa perlu diminta, teman-temannya langsung bergerak, ada yang belikan obat, ada yang antar ke dokter, bahkan kalau kasusnya berat, mereka patungan mengumpulkan dana untuk bantu biaya pengobatan, berdiskusi suatu masalah hingga mencapai kata mufakat serta masih banyak lagi.

Pesantren juga menanamkan nilai moderasi beragama, sikap tengah yang toleran dan menghormati keberagaman. Caranya beragam: ada yang mengkolaborasikan pendidikan modern dengan tradisi klasik, ada yang rutin mengadakan dialog lintas agama, dan ada yang menerapkan pendidikan multikultural berbasis budaya lokal. Tujuannya satu: membentuk santri yang kuat agamanya sekaligus inklusif terhadap perbedaan.[4]

Pesantren membuktikan bahwa Pancasila bukan sekadar hafalan, tapi bisa jadi cara hidup. Dari gotong royong hingga musyawarah, nilai-nilai luhur bangsa dipraktikkan setiap hari dalam kesederhanaan pondok. Per 4 Oktober 2025, Kementrian Agama menyatakan bahwa jumlah pondok pesantren di Indonesia 2025 tercatat mencapai 42.391 unit. Dari jumlah tersebut, pondok pesantren yang fokus pengajaran kitab kuning sebanyak 24.634 unit, sedangkan 16.036 pondok pesantren menggabungkan kitab kuning dengan pendidikan formal.[5] Jutaan santri tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman sekaligus Pancasilais dalam sikap. Inilah kontribusi nyata pesantren bagi Indonesia mencetak warga negara yang benar-benar mengamalkan Pancasila.

Referensi:

[1] Hendri, Cecep Darmawan, Muhammad Halimi, “Penanaman nilai-nilai Pancasila pada kehidupan santri di pondok pesantren”, Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 15 No. 2 Tahun 2018, hlm 104.

[2] Ivan Nove Ainun Najib, Sri Untari, Didik Sukriono, “Penguatan Ideologi Pancasila di Pondok Pesantren”, Jurnal Diklat Keagamaan, Vol 18 No 1, 2024, hlm 32

[3] Ibid.

[4] Alif Alfi Syahrin, Fitri Noviani, Bunga Mustika, “Peran Pesantren dalam Penanaman Moderasi Beragama: Tinjauan Pustaka Sistematis”, Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA, Vol. 9, No. 3, November 2024, hlm 203.

[5] Dataloka. “Jumlah Pondok Pesantren di Indonesia 2025 Capai 42.391, Didominasi Jawa Barat.”  https://dataloka.id/humaniora/5007/jumlah-pondok-pesantren-di-indonesia-2025-capai-42-391-didominasi-jawa-barat/. Diakses pada Selasa, 10 Februari 2026, pukul 22.06 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *