BAGAIMANA SOSIAL MEDIA BEKERJA?

Kolom Santri692 Dilihat

Sosial Media adalah wadah berkumpulnya segala jenis manusia dari berbagai latar belakang dan kecenderungan yang berbeda. Jika di media massa konvensional seperti koran dan sebagainya, ada semacam tim yang menangani penyaringan kata maupun gambar apa yang hendak diterbitkan, berbanding terbalik dengan Netizen –sebutan bagi pengguna sosial media—memiliki kebebasan dan kendali penuh atas apa yang akan ia posting.

            Kebebasan di jagad maya tentu mempunyai nilai positif dan negatif. seperti ketika membahas kebebasan berekspresi. Secara garis besar, kebebasan berekspresi bisa dikatakan sebagai hak menyampaikan segala hal bagi setiap orang di dalam sebuah komunitas sosial asal tidak menimbulkan tumpang tindih dengan hak orang lain. Ironisnya, acapkali menggaungkan kebebasan berekspresi yang timbul di permukaan justru adalah berakibat fatal karena unggahanya sendiri. Salah satu penyebabnya adalah kebebasan itu sendiri. Dengan dalih kebebasan pula, netizen sering kali tidak menyadari bahwa yang dibahas adalah sesuatu hal yang berada di luar kapasitasnya.

            Sosial media adalah tempat orang menggeneralisir suatu peristiwa, Seperti halnya dengan kejadian beberapa tempo lalu, terjadi pengeroyokan yang berujung hilangnya nyawa pemilik rental mobil asal Jakarta di Sukolilo, Pati. Alih-alih melakukan cross check terlebih dahulu seperti apa akar masalahnya, warganet berbondong-bondong merujak daerah Pati secara keseluruhan, Hal ini tentu saja berdampak pada dunia nyata.

            Suatu malam disebuah warung kopi, teman saya asal Tayu yang berdomisili di Yogya, bercerita ketika ia dan rombonganya hendak menyewa sebuah mobil guna menghadiri suatu acara pernikahan. Selain agar meminimalisir biaya, Solusi ini diambil agar semua pihak lebih kondusif. Alih-alih memberikan kesepakatan tentang prosedur penyewaan, teman saya justru langsung ditolak oleh pihak jasa rental mobil karena alamat yang tertera di KTP penyewa adalah Pati, Jawa Tengah. Hal ini menunjukan hilangnya kepercayaan warga luar daerah Pati terhadap seluruh warga Pati.

            Sangat besar kemungkinan jika generalisasi akan berbanding lurus sesuai dengan kejadian-kejadian yang pernah viral di suatu daerah tertentu. Selain ramai akibat kasus pengeroyokan pemilik rental mobil, daerah Pati –tepatnya pada saat itu di kecamatan Kayen– jagad maya pernah dihebohkan dengan video seserahan pernikahan yang memiliki nilai fantastis dari mempelai pria kepada mempelai wanita. mulai dari hewan ternak sampai kendaraan roda empat. Tentu video tersebut sontak medapatkan berbagai tanggapan dari warganet, dari yang sekedar bercanda sampai yang serius menanggapi. Hal ini juga berdampak pada dunia nyata. Saat itu, saya tengah singgah di kota Semarang, saat sedang potong rambut, di sela-sela proses pemotongan, si tukang potong bertanya :

“ Asli mana mas?”

 “Pati, mas,” jawabku.

”Owalah, Pati, toh.

“Kenapa sih, mas, orang Pati pada minta mahar yang gede?”

“Bukan keseluruhan, mas, itu tergantung keluarganya. Ndilalah yang viral seperti itu” ujarku sedikit kesal.

            Sebab itu, dunia maya selalu bersifat tak terduga, Tidak dapat dipungkiri, Indonesia termasuk kedalam negara yang penduduknya memiliki literasi yang rendah. Sehingga dengan mudah menelan mentah-mentah informasi yang masuk. Ditambah belum adanya peraturan mengenai batasan umur dalam mengakses internet. Sudah menjadi hal yang wajar melihat komentar dengan argumen konyol atau perdebatan panjang di sosial media. Bisa saja mereka adalah seorang dosen yang sedang adu argumen dengan bocah SMP atau bahkan SD yang sok bijak membuat quotes kehidupan seolah merasa dirinya sudah dewasa dan mengerti kerasnya dunia. Di sosial media, semua kalangan bisa dipertemukan tanpa kita tau dengan siapa kita berhadapan atau berinteraksi. Maka dari itu tidak ada acara lain selain meningkatkan literasi dan bersikap skeptis dengan apa yang tersaji di media sosial, serta meningkatan kesadaran untuk selalu bersikap bijak dalam segala aspek kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *