Opening Akademik dan Muhadlarah ‘Ammah Tahun 2026/2027

Berita54 Dilihat

Sabtu, (25/04/26) – Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda menyelenggarakan kegiatan opening aktivitas tahun akademik 2026/2027 yang dirangkai dengan Muhadlarah ‘Ammah bersama KH. Abdul Ghaffar Rozin dengan tema “Membangun Epistemologi Keilmuan Ma’had Aly Berbasis Kitab Kuning” yang berlangsung di Auditorium Pesantren Maslakul Huda.

Acara tersebut dihadiri oleh Pengasuh Pesantren Maslakul Huda, KH. Abdul Ghaffar Rozin, bersama istri beliau, ibu Nyai Hj. Tutik Nurul Janah, segenap muhadir, jajaran pengurus Yayasan Pesantren Maslakul Huda dan seluruh santri aktif Ma’had Aly PMH. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk awal dimulainya rangkaian aktivitas akademik sekaligus sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan pesantren.

Acara diawali dengan pembacaan manaqib yang dipimpin oleh Bapak K. Ahmad Turmudzi. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Mudir Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda, KH. Wakhrodi, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan laporan kepada pengasuh terkait perkembangan jumlah santri. Disebutkan bahwa total santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda saat ini mencapai 275 santri, yang terdiri dari 175 santri banin dan 80 santri banat.

Selain itu, beliau juga melaporkan bahwa jumlah santri baru hingga saat ini tercatat sebanyak 34 santri, dengan rincian 25 santri banin dan 9 santri banat. Lebih lanjut, disampaikan bahwa jumlah santri baru tersebut masih berpotensi bertambah, mengingat masih dibukanya gelombang pendaftaran khusus berikutnya.

Setelah sambutan dari mudir, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Abdul Ghaffar Rozin. Dalam pengantarnya, beliau menyapa para santri yang hadir, sekaligus menegaskan kembali terkait penyebutan “santri” pada jenjang ma’had aly. Beliau menghindari penggunaan istilah mahasantri, melainkan tetap menyebut mereka sebagai santri. Hal ini ditekankan karena pada hakikatnya mereka tetaplah santri, hanya berbeda pada tingkat atau jenjang pendidikannya.

Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang besarnya harapan komunitas pesantren terhadap santri ma’had aly agar mampu memahami dan merespons berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan pesantren. Hal ini menjadi semakin penting di tengah maraknya distorsi informasi tentang pesantren, baik yang bersumber dari fakta maupun yang tidak berdasar, yang berpotensi memengaruhi bahkan menggeser kepercayaan masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa keberadaan ma’had aly memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah lahirnya calon-calon ulama di Nusantara. Santri ma’had aly dipandang sebagai generasi yang dipersiapkan untuk mengisi berbagai kebutuhan keilmuan dan keulamaan di tengah masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyinggung pentingnya peran ulama dalam konteks kebangsaan dan nasionalisme. Mengacu pada sejarah, banyak ulama yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan serta melahirkan gagasan-gagasan penting bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, para santri diimbau untuk tidak meragukan peran ulama, termasuk dalam menjaga keutuhan dan kemajemukan bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, beliau menekankan bahwa otoritas keilmuan perlu dibangun secara berkelanjutan. Menjadi bagian dari ma’had aly menuntut keseriusan dan komitmen yang tinggi dari setiap santri. Pesantren Maslakul Huda sendiri menunjukkan kesungguhan dalam memfasilitasi peningkatan kualitas keilmuan santri, agar mereka mampu berkembang dan meningkatkan kapasitas diri. Dengan demikian, para santri diharapkan dapat tampil percaya diri, menjaga nama baik, serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, terutama dalam menjaga dan menjunjung tinggi standar moralitas. Sebagai penutup penyampaiannya, beliau secara resmi membuka tahun akademik 2026/2027 dengan bacaan surat Al-Fatihah.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Saifur Rohman dan diakhiri dengan mushafahah bersama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *