MUDARROSAH USHULIYYAH: PENGAJIAN KITAB AL-MUSTASHFA MA’HAD ALY PESANTREN MASLAKUL HUDA FI USHUL AL-FIQH

Berita96 Dilihat

Sabtu, 27 Juni 2026 – Ma’had ‘Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh kembali menyelenggarakan Mudarrosah Ushuliyyah bersama KH. Khoir Zad Madah (Gus Ya’) dalam rangka pengajian kitab Al-Mustashfa  karya Imam Al-Ghazali. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri aktif Ma’had ‘Aly serta dihadiri oleh para muhadlir Ma’had ‘Aly.

Pengajian dimulai pada pukul 08.30 WIB dan dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab yang dipimpin langsung oleh Gus Ya’. Pada kesempatan tersebut, beliau melanjutkan pembahasan beberapa persoalan penting dalam kajian Ushul Fiqh. Pembahasan diawali dengan kaidah ma la yatimmu al-wajib illa bihi fahuwa wajib, yaitu “segala sesuatu yang menjadi sarana terlaksananya suatu kewajiban juga dihukumi wajib”. Beliau juga menjelaskan perbedaan antara syarat yang berada di luar kemampuan mukalaf dan syarat yang menjadi bagian dari ikhtiar seorang mukalaf.

Kajian kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai percampuran antara perkara yang halal dan haram, seperti persoalan bercampurnya perempuan yang halal dinikahi dengan perempuan asing (ajnabiyyah), serta bagaimana hukum memandang kondisi tersebut. Selain itu, beliau juga mengulas persoalan kewajiban yang tidak memiliki batas tertentu, seperti kadar minimal dalam mengusap kepala ketika wudu dan thuma’ninah dalam salat, serta menjelaskan hubungan antara hukum wajib, jaiz, dan ibahah.

Penyampaian materi yang runtut, komunikatif, dan disertai berbagai contoh menjadikan pembahasan yang cukup kompleks dalam kitab Al-Mustashfa lebih mudah dipahami oleh para santri. Seluruh santri mengikuti pengajian dengan khidmat dan antusias. Pengajian berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dan ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau.

Melalui kegiatan Mudarrosah Ushuliyyah ini, diharapkan para santri dapat semakin memperluas wawasan keilmuan, memperdalam kajian Ushul Fiqh, serta terus menumbuhkan semangat dalam memperdalam kajian Ushul fiqh, khususnya melalui kajian kitab Al-Mustashfa karya Imam Al-Ghazali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *