Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang filsafat yang membahas mengenai hakikat, dasar dan metode ilmu pengetahuan. Pada awal munculnya, filsafat ilmu hadir sebagai respon kebutuhan manusia agar tidak hanya menerima ilmu pengetahuan yang hadir secara apa adanya, melainkan harus terlebnih dulu menelaah, mempertanyakan dan memahami secara mendalam apa yang menjadi dasar ilmu itu sendiri. Dengan kata lain sebagai kajian kritis dan reflektif atas prinsip-prinsip, metode dasar yang digunakan dalam sebuah ilmu pengetahuan. Tentu dalam hal ini filsafat ilmu sebagai penuntun dalam memahami proses ilmiah secara rasional, sistematis dan objektif. Secara umum, filsafat ilmu berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Ia bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pengarah dan pengkritik yang senantiasa menjaga agar ilmu pengetahuan tetap berada pada jalur yang benar, rasional, dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Secara umum ruang lingkup filsafat ilmu dibagi menjadi tiga garis besar, yaitu ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologi merupakan kajian tentang hakikat realitas yang menjadi objek ilmu pengetahuan. Ontologi membantu membedakan antara wujud yang nyata dan yang hanya bersifat konseptual, serta menentukan jenis-jenis wujud apa yang diakui dalam suatu sistem pengetahuan. Dengan kata lain, ontologi sebagai penentu batas-batas dan objek kajian sebuah ilmu.
Sedangkan epistemologi adalah kajian tentang asal-usul, struktur, validitas, dan batas-batas pengetahuan ilmiah. Dalam hal ini epistemologi mencakup tentang pembahasan tentang sumber-sumber pengetahuan, seperti rasionalisme yang mengedepankan akal, empirisme yang menekankan pengalaman inderawi, serta pendekatan integratif yang mengakui intuisi dan wahyu sebagai bagian dari proses memperoleh kebenaran.
Yang terakhir adalah apa yang disebut sebagai aksiologi, yaitu kajian tentang tujuan dan nilai-nilai yang melekat dalam sebuah ilmu pengetahuan. Sebagai outputnya, Ontologi membahas tentang apa tujuan dari sebuah ilmu dan mengapa ilmu itu dirasa perlu untuk dikembangkan lalu untuk apa ilmu itu digunakan, dengan kata lain sebagai kode etik dari sebuah ilmu di dalam kaca mata moral.
DAFTAR PUSTAKA :
-Bakhtiar, Amsal. 2013. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Rajagrafindo persada.
-Peursen, C.A.Van. 1989. De Opbouw Van De Wetenschap Een Inleiding In De Wetenschapsleer, terj. J. Drost, Susunan Ilmu Pengetahuan Sebuah Pengantar Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Gramedia. Putrawan, I. Made dkk. 1999.
-Setiawan, Conny dkk. 2005. Penorama Filsafat Ilmu Landasan Perkembangan Ilmu Sepanjang Zaman. Jakarta: PT Mizan Publika.
-Sabri, Muhammad dkk.2009. Filsafat Ilmu. Cet. I; Makassar: Alauddin Pers.
-Zubair, Achmad Charris. 2002. Dimensi Etik dan Estetika Ilmu Pengethuan Manusia Kajian Filsafat Ilmu. Yogyakarta: LESFI.






