Keunikan Berdakwah lewat Dunia Game (Mobile legend)

Kolom Santri907 Dilihat

Memasuki era perkembangan dan kemajuan modern saat ini, dalam penyebaran ajaran agama islam, bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satu keunikan yang baru saja muncul yaitu “berdakwah memalui game mobile legend”. kemunculan Ini sebagai bukti bahwa penyebaran ajaran islam bukan saja dilakukan di masjid-masjid, di musholah, atupun di media sosial dan siaran tv, akan tetapi keunikan disebabkan karena sesuatu game (mobile legend) yang mendoktrin generasi pemuda saat ini untuk memainkannya. terlepas game ini popular, malah menjadi promblematika di era modern, buktinya anak muda saat ini lebih cenderung menghabiskan waktunya bermain game dari pada duduk dimasjid dan mengikuti kajian-kajian agama.

Padahal bermain game sendiri hanya sebagai hiburan penenang stres dan pikiran dan tidak selebihnya. hingga saat bermain game cukup terkenal mengeluarkan kata-kata toksik. Berbagai macam ungkapan kasar dan cacian kerap terjadi. Maka dari itu, munculah pendakwah milenial untuk membawa sopan santun, dan menganti kata-kata toksik dengan zikir mengingat Allah, serta mengingatkan kewajiban-kewajiban agama, serta petuah petuah dan motivasi.

Cara ini mungkin belum terlalu populer di kalangan pendakwah, hanya saja adanya media sosial yang ramai dan viral oleh berita ini. pasalnya di dalam ajaran islam sendiri belum ada sama sekali dakwah dengan mengunakan metode ini. sebagai generasi muda yang prima, sebaiknya metode ini menjadi patokan perkembangan dakwah era digital.

Pada hakikatnya dakwah  merupakan risalah bagi setiap mukmin. Ini mengingat proyeksi dakwah bagi kaum milenial saat ini bukanlah hanya di dalam masjid ataupun di musholah-musholah. Tetapi di media sosial, seperti youtube, instalgram, tweter dan lewat dunia game, ini menjadi lahan dakwah, hanya saja kurangnya antusias  pemuda milenial untuk memanfaatkan digital sebagai alat dakwah.

Walaupun terdengar aneh dakwah lewat game mobile lagend, namun ini efek baik di era sekarang, yang mestinya pemuda milenial sekarang selalu teringatkan oleh kewajiban agama dan saling memberikan dorongan motivasi baik. Tuntutan yang diambil adalah alternatif materi yang menyentuh kebutuhan mereka. Ini artinya, metode dan media dakwah juga diharapkan sesuai dengan kondisi dan situasi tersebut. Juru dakwah harus mengusai metode dan media dakwahnya.

Kiyai Sahal sendiri dalam buku Nuansa Fikih Sosial, berpendapat bahwa dakwah adalah perintah Rasulallah yang masih terus berlaku sampai sekarang. Maka disinilah manusia dalam kehidupan sosial sebagai khalifah Allah, dituntut dan punya rasa tanggung jawab untuk ber-amar makruf dan nahi mungkar, yang dengan kata lain desebut dakwah. Nilai lebih dakwah melalui kegiatan seni dalam menyampaikan dan mengingatkan agar tidak terjadi kesalah pahaman.

Cara berdakwah di game mobile legend tidak sama dengan dakwah dalam forum tertentu, sebab objek yang dituju lebih membutuhkan metode cara yang khusus dan seni berdakwah, inprovisasi ini, sebagai bentuk dakwah baru bukan menihilkan cara dan metode dakwah secara budaya dan tradisi.

Mengutip penjelasan Habib Abu Bakar al-Adni dalam kitabnya Fiqhud Da’wah, ada dua ayat Al-Qur’an yang harus diperhatikan yang berkaitan dengan dakwah Islam masa kini.

  1. Ayat perihal anjuran kepada umat Islam untuk selalu mengajak orang lain melakukan kebaikan, sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur’an:

وَلۡتَكُنۡ مِّنۡكُمۡ اُمَّةٌ يَّدۡعُوۡنَ اِلَى الۡخَيۡرِ وَيَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمَعۡرُوۡفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمُنۡكَرِ‌ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ‏

Artinya, “Dan hendaklah di antara kalian ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Ali ‘Imran: 104).

Dalam Tafsir Al-Wajiz menjelaskan; Dan hendaklah ada di antara kalian wahai orang-orang mukmin, segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dengan mengajarkan kebaikan dan menyuruh kepada kebaikan. Kebaikan adalah segala yang berkaitan dengan kebaikan di dunia dan akhirat. Serta menyeru untuk berbuat ma’ruf: kebaikan yang sesuai dengan syariat dan akal sehat. Serta mencegah perbuatan munkar: yaitu segala yang dianggap tidak baik oleh syariat dan akal sehat. Mereka yang menyeru kepada kebaikan itu samua merekalah orang-orang yang beruntung yang akan mendapatkan ridho Allah dan surga-Nya.

  1. Ayat perihal larangan untuk mendakwahkan Islam dengan cara yang justru menyebabkan perpecahan dan pertikaian antarumat Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ تَفَرَّقُوا۟ وَٱخْتَلَفُوا۟ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya, “Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat.” (QS Ali ‘Imran: 105).

Dalam tafsir jalalyn menjelaskan; (dan janganlah kamu seperti orang-orang yang berpecah-belah) dalam agama mereka (dan berselisih) padanya (sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas) mereka itu ialah orang-orang yahudi dan Nasrani. (merekalah orang-orang yang mendapat siksa yang berat)

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari penjelasan ayat di atas, ada dua prinsip yang harus diperhatikan ketika berdakwah, yaitu:

  • Mengikuti prosedur yang telah dijelaskan dalam Al-Qur’an dan mengikuti teladan dakwah islam yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad saw.
  • Menjauhkan segala cara dakwah yang berpotensi menimbulkan pertikaian dan perpecahan antar umat islam. Sebab, prinsip dalam islam sendiri adalah menjungjung tinggi persatuan dan perdamaian.

kontributor: Moh Reza Fadilah, Santri Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda Semester V

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *