Relasi Agama, Sosial, dan Teknologi dalam Perspektif Filsafat Ilmu

Kolom Santri132 Dilihat

Ilmu pengetahuan tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu terkait dengan agama,kehidupan sosial dan perkembangan teknologi. Dalam pandangan Islam ilmu dipandang sebagai sarana untuk memahami ciptaan tuhan beserta alat guna menata kehidupan, agar lebih bermakna,maka dari itu pembahasan, ilmu tidak hanya bersifat rasional dan empiris, akan tetapi juga memilik dimensi  moral spiritual[1]

Adapun agama berperan sebagai sumber nilai dan arah dalam pengembangan ilmu agar ilmu tersebut terarah, karena pengethuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal perlu dibimbing oleh wahyu supaya tidak kehilangan tujuan, pandangan ini menunjukkan bahwa agama dan akal bukanlah hal yang Saling bertantangan, akan tetapi saling melengkapi, agama sebagai landasan etika, sementara akal berperan dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu dalam kehidupan yang nyata.

Selain itu ilmu juga memiliki hubungan erat dengan realitas sosial, ilmu lahir dari kebutuhan masyarakat guna memahami dan mengelola perubahan sosial, dalam hal ini seperti kemajuan ekonomi, budaya, dan teknologi. Begitu juga sebaliknya, ilmu dan teknologi yang berkembang sangat pesat juga membawa perubahan besar dalam kehidupan ini, baik cara berpikir dan struktur masyarakat, bisa saja ilmu tersebut bisa dipahami sebagai produk sosial sekaligus alat guna mentransformasikan masyarakat.

Pada era digital ini teknologi merupakan wujud nyata dari penarapan ilmu pengetahuan, dengan kehadirannya berdampak untuk mempermudah aktivitas manusia dengan mempercepat arus informasi, akan tetapi sebaliknya, bisa jadi kemajuan teknologi bisa membawa tantangan etika, dalam hal ini seperti penyalahgunaan informasi, hilangnya privasi atau menurunnya kepekaan sosial, oleh sebab itu pengembangan teknologi ini diarahkan oleh nilai-nilai moral agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusia.[2]

Kesimpulannya ialah dalam kerangka filsafat ilmu, integrasi antara agama, sosial dan teknologi menjadi sangat penting pada era digital ini, agama sebagai kompas nilai, masyarakat sebagai ruang penerapan dan teeknologi sebagai sarana. Integrasi ini memastikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya beriorentasi pada kemajuan teknis, tetapi juga bagi kemaslahatan bersama dan keadilan agar kehidupan manusia berkelanjutan.

Referensi:

[1] Alaby, M. A. (2024). Filsafat Ilmu sebagai Arah Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 3(3), 132–139. https://doi.org/10.57250/ajpp.v3i3.722, di akses 15 November 2025

[2] Jurnal ” Eksistensi Ilmu dalam Perspektif Filsafat, Kebudayaan, dan Agama di Era Global dan Digital”_ Nabila Rezky Palenza l, Yeni Karneli, Puji Gusri Handayani Universitas Negeri Padang, Indonesia. 2 juni 2005 hal. 85-87

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *